Keluarga PA Kuala Tungkal Hadiri Undangan Tasmiah

Cetak

Kuala Tungkal-  Anak adalah amanah dari Tuhan yang harus dididik oleh orang tua. Selain mendidik, orang tua juga wajib memberikan nama kepada seorang anak. Sejumlah daerah mempunyai tradisi tersendiri dalam upacara pemberian nama kepada anak.

Bagi masyarakat Kuala Tungkal, tradisi pemberian nama menjadi budaya yang menarik. Mereka biasa menyebut budaya tersebut dengan nama tasmiah. Kata tasmiah berasal dari bahasa Arab yang berarti memberi nama kepada anak yang baru lahir.

Sebelum di-tasmiah, bayi diturunkan dari ayunan dan diarak keliling didalam rumah. Acara ini diiringi tamu undangan dengan pembacaan Maulid Habsyi Simtuthdurar yang melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, acara tasmiah juga disertai dengan pembacaan ayat suci Al-qur'an.

Dan harapan sang Kakek Arifin S.H untuk cucu yang bernama “Alesha Naufalyn Sidqia” putri Kedua dari pasangan Zulkifli Syahril Sidiq dan Maria Ulfa. "Saya berharap dan bermohon Do’a kepada Allah SWT semoga cucu saya ini kelak bakal menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua,  Agama dan negara". Ucapnya, saat ditemui tim jurdilaga dirumah kediaman Panmud Permohonan PA kuala Tungkal yang akrab dipanggil Pak Angah ini dilorong Sepakat, kecamatan Tungkal II, (10/01/2019) yang dihadiri oleh keluarga PA Kuala Tungkal. (Jurdilaga PA Kuala Tungkal)